Archive for the ‘1000 buku’ tag
Goes to muktamar 2!

Para rawuh ingkang kawula mulyaken,
Sakmenika muktamar mbunderan hi sampun mlebu taun ingkang ke 2. Temanipun ingkang taun niki inggih menika “Muktamar blogger, blogging for wit-wit’an“. Ingkang di dapuk dados ketua (tampang rai lan umur paling tua) inggih menika Raden Mas Ndoro Gusti Hadikusbrutu, ugi saged di udang nami alit, gus pitek. Miturut para dewan Syuro BHI, korlap (koordinator nge-lap) acara niki, Lelananging jagadin sastra jawi kuno asuning ndunyo pandamel serat kalangwan utek londo rai jowo, Raden Mr Zen rahmat sugito.
Muktamar menika ditamtokaken kaliyan dewan syuro bhi dateng pelateran buk plaza indonesia. Acaranipun inggih menika ;
- Pembukaan kaliyan pak koorlap Raden Mr Zen rahmat sugito
- Pembacaan pidato kaliyan pak ketua Ndoro Gusti Hadikusbrutu
- Seksi dungo berjamaah ingkang di pimpin langsung kaliyan sedulur tunggal sak tunggal-tunggal’e kyai langitan ; Gus ipul
- Makan minum lan tausyiah kalian ki endik palipur lara
- Dibikak pembacaan tentang kegiatan Wedhus for bangsari lan gerakan seribu buku kaliyan gus ipul
- Penutupan sak nutup-nutup’e nganthi enjang kaliyan para rawuh ingkang kawula mulyaken.
Muktamar menika mboten dipundhut artha, dadosipun gratis, tis, tis. Para sanak ingkang badhe tumut sumonggo kempal langsung dhateng pelateran buk plaza indonesia jam bebas, penting mbengi, dinten jumat malem sebtu kliwon. Nggih itung-itung ngumpulaken balung ingkang pejah.
Nggih, kurang luwih nggih mekaten rumiyin pawartos saking kulo, kesel su nulis runut gae boso kromo ki. asu tenan.
nb:
saking seksi donatur, rencanipun ndoro bos juragan hek ingkang sukses kaliyan warung sate jamu iwak segawon ; ndoro bagus iqbalicuk, bakal turut menyumbang sak drijen ciu bekonang ingkang sampun terkenal kasiyat lan mudaratipun.
Kiriman kemarin
Ada 4 paket yang sampai pada markas kami, para bromocorah, kemarin itu. 2 Paket terbungkus manis dalam kalender putih, 2 lagi terbungkus dengan wadah berwarna coklat. Pengirim siapa tidak tercantum dengan jelas disana –mohon koreksi saya apabila nanti disuatu hari ada yang ingin dicantumkan namanya dalam detail dokumentasi 1000 buku ini– yang saya tau hanya ada selembar kertas bertuliskan dari warga dagdigdug, dan dalam 1 wadah yang berwarna coklat tertulis : DR By Von. Entah apakah si pengirim bernama Von atau siapa, tidak begitu jelas buat saya.
Isi dari paket-paket tersebut semuanya bagus-bagus. Ada novel, kamus, buku pintar, buku cerita, komik-komik serial cantik, macam-macam lah. Banyak. Dalam paket yang berbungkuskan kertas tanggalan putih itu total ada 43 buah. Terpisah menjadi dua bungkus, bungkus pertama berjumlah 30 buku, bungkus yang satunya lagi berjumlah 13.
Diantara buku-buku dalam paket itu ada satu buku lama, yang khas, dan menarik. Di buku itu tertulis bahwa telah memenangkan “Penghargaan Tulis Asia Tenggara pada tahun 1983”. Sebuah roman sejarah yang diterbitkan dan ini adalah cetakan kelima, bulan oktober tahun 1988. Dua tahun setelah saya lahir :D.
Pengarangnya Y.B Mangunwijaya, “Burung-burung manyar,” judulnya. Mengenai bercerita tentang apa novel ini, tanyalah kepada zen, si pejalan jauh. Dia lebih paham, dan lebih fasih bercerita tentang novel ini.
Masih dalam paket itu juga, ada lagi yang menarik. Bercerita tentang Bung Hatta. Tulisan dari buku ini adalah kumpulan artikel khusus harian kompas untuk memperingati 100 tahun kelahiran Bung Hatta. Pengantar tulisan oleh Jakob Oetama, yang diterbitkan oleh kompas. Buku-buku lainnya dalam paket tersebut adalah novel cerita anak-anak dalam bahasa inggris.
Di bungkus paket putih yang kedua, kebanyakan novel-novel terjemahan dan novel-novel indonesia klasik. Ada Mira W “Tatkala mimpi berakhir,” ada Barbara Taylor Bradford, ada Pearl S.Buck dengan “Maharani,” nya, lalu ada Jackie Collins, fiuh.. novel-novel drama.
Lalu di bungkus warna coklat yang satu berjumlah 7 buku, dan yang satunya lagi ada 16. Total 23 buku. Dalam paket-paket bersampul coklat yang pertama, salah satunya ada “Orang-orang proyek,” nya Ahmad Tohari. Cerita tentang si kabul, insinyur, mantan aktivis kampus, yang sedang bergelut dengan “permainan” yang sedang terjadi didalam proyek yang ia kerjakan.
Paket yang terakhir isinya macam-macam. Gado-gado. Ada yang tentang otomotif “Pengetahuan Teknik Sepeda motor,” ada yang tentang serial modifikasi mobil “Serial modifikasi tentang kijang,” ada yang tentang programing php, ada tentang motifasi “kisah-kisah bisnis terbesar forbes sepanjang masa,” wah, campur. Seru.
Akeh yo ? Hahahahah ndasmu su! Wes ra sah kakehan cangkem, kene ewangi ngitung buku karo ngumpulke buku!.
Translated:
Banyak ya ? Hahahaha pala loe! Udah ga usah banyak ngomong, sini bantuin ngitung buku sama ngumpulin buku!.
El yudhi, berbagi ruang dan tidur bersama kumpulan buku-buku.
Terima kasih warga
“Yud, ada titipan buku tuh. Nanti diambil ya, di rumah,” begitu tadi pagi ibu kost bilang kepada saya, waktu saya bangun tidur dan masih mengumpulkan nyawa setengah-setengah. O lala, kiriman buku lagi. Langsung nyawa yang setengah-setengah tadi mak benduduk ngumpul jadi satu seketika.
“Berat lho yud, ini ada 4 paket,” ibu kost memperingatkan saya. “Tenang bu, gampang,” kata saya menjawab enteng. Ternyata benar paket-paket itu kecil tapi padat. Lumayan untuk olahraga di pagi hari sebelum mburuh ke pabrik.
Sebelum paket-paket itu saya angkat, ada yang menarik perhatian saya. Satu bungkus paket yang namanya sudah tak asing lagi. Khas, dan unik. Disitu tertulis “Dari warga dagdigdug,”. Hm.. dan saya sudah tau ini dari mana, meskipun disana ada embel-embel lain nama pabrik dibelakangnya, hihihi.
Yang lucu itu ibu kost saya. Tadi dia nanya gini “Yud, kampung dagdigdug itu memang ada?, lha kok ini dipaketnya ditulis dari warga dagdigdug,”. Dan saya bingung mau memberi penjelasan yang seperti apa, hahaha. Ya maklum, ibu kost saya ini bisa dibilang betawi totok, jadi ya masalah internet, blog, dan berbagai remeh temeh nya kurang begitu tau.
Dan saya pun cuman bisa menjawab “Ya bu, ada,” sambil langsung mengambil paket dan memindahkan ke kamar dan pastinya, cengar cengir sendiri.
Ya, terimakasih buat warga atas sumbangan bukunya hari ini. Paket sudah diterima dengan baik di mabes para bromocorah :D. Dan terimakasih juga untuk pak camat, pak lurah, pak carik, dan para jogobayan sekalian, yang sudah turut serta untuk mempromosikan kegiatan ini.
Yuk! nyumbang buku!
The article has
11 responses